Selasa, 13 Juli 2010

Memilih Hari Khusus Mengawali Pembangunan Rumah Serial Primbon (7)

Melanjutkan tulisan serial Primbon (6) yang secara umum telah diuraikan bahwa untuk mengawali mendirikan rumah tinggal, ada empat nama Bulan yang mempunyai pengaruh baik diantara duabelas nama Bulan yang ada, yaitu :
1. Bulan Sura tidak baik
2. Bulan Sapar tidak baik
3. Bulan Mulud (Rabingulawal) tidak baik.
4. Bulan Bakdamulud (Rabingulakir) baik
5. Bulan Jumadilawal tidak baik
6. Bulan Jumadilakir kurang baik
7. Bulan Rejeb tidak baik
8. Bulan Ruwah (Sakban) baik
9. Bulan Pasa (Ramelan) tidak baik
10. Bulan Sawal sangat tidak baik
11. Bulan Dulkaidah cukup baik
12. Besar sangat baik

Dari daftar tersebut Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar, secara umum baik untuk mengawali pendirian rumah tinggal.
Setelah mendapatkan empat nama bulan baik (secara umum) langkah selanjutnya adalah memilih waktu yang khusus bagi keluarga yang akan mendiami rumah. Disebut khusus karena jumlah angka dari hari-pasaran tanggal lahir pasangan suami-istri menjadi untuk dasar untuk memilih hari baik.
Tabel A
  Nilai Angka
Senin 4
Selasa 3
Rabu 7
Kamis 8
Jumat 6
Sabtu 9
Minggu 5
Tabel B
  Nilai Angka Angka
Pon 7
Wage 4
Kliwon 8
Legi 5
Paing 9
Caranya: Hari-pasaran kelahiran ayah atau suami dan hari-pasaran kelahiran ibu atau isteri masing-masing diangkakan (lihat Tabel A dan Tabel B, pindahan dari tulisan serial Primbon 4), lalu dijumlah. Dengan angka hasil penjumlahan tersebut, usahakan memilih hari-pasaran untuk mengawali pembangunan rumah tinggal, yang jika dijumlahkan semuanya (hari-pasaran kelahiran suami + hari-pasaran kelahiran isteri + hari-pasaran mengawali pendirian rumah) lalu dibagi 5, menyisakan angka 3, angka 2 atau angka 1. cara ini disebut perhitungan Pancasuda, dengan rumus perhitungan lihat Tabel G
Tabel G
  Nama Artinya
1 Sri rejeki melimpah
2 Lungguh mendapat derajat dan pangkat
3 Gedhong kaya harta benda
4 Lara Sakit-sakitan
5 Pati Mati dalam arti luas
Contoh:
Hari-pasaran kelahiran Suami, Senin-Paing, Senin 4 + Paing 9 = 13
Hari-pasaran kelahiran Istri, Kamis-Legi, Kamis 8 + Legi 5 = 13 +
Jumlah = 26

~ Mencari angka hari pasaran, yang jika dijumlahkan dengan angka 26 dan dibagi 5 menyiskan angka 3, atau 2 atau 1.
~ Mengurutkan angka hari pasaran mulai dari jumlah yang paling kecil yaitu 7, hingga sampai jumlah yang paling besar yaitu 18.
7 + 26 = 33 : 5 sisa 3 (cukup baik)
8 + 26 = 34 : 5 sisa 4 (tidak baik)
9 + 26 = 35 : 5 angka yang habis dibagi 5, dihitung sisa 5 (jelek sekali)
10 + 26 = 36 : 5 sisa 1 (baik sekali)
11 + 26 = 37 : 5 sisa 2 (baik)
12 + 26 = 38 : 5 sisa 3 (cukup baik)
13 + 26 = 39 : 5 sisa 4 (tidak baik)
14 + 26 = 40 : 5 sisa 5 (jelek sekali)
15 + 26 = 41 : 5 sisa 1 (baik sekali)
16 + 26 = 42 : 5 sisa 2 (baik)
17 + 26 = 43 : 5 sisa 3 (cukup baik)
18 + 26 = 44 : 5 sisa 4 (tidak baik)

Dari paparan tersebut diketahui hari baik untuk mendirikan rumah tinggal, khusus bagi pasangan suami–istri yang hari-pasaran-lahir keduanya berjumlah 26 adalah :
Terbaik 1 : hari-pasaran berjumlah 10 ( Selasa Pon, Jumat Wage dan Minggu Legi)
: hari-pasaran berjumlah 15 (Rabu Kliwon, Kamis Pon dan Jumat Pahing)

Terbaik 2 : hari-pasaran berjumlah 11 (Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage dan Jumat legi)
: hari-pasaran berjumlah 16 (Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon)

Terbaik 3 : hari-pasaran berjumlah 7 (Selasa Wage)
: hari-pasaran berjumlah 12 (Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage dan Minggu Pon)
: hari-pasaran berjumlah 17 (Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon)

Selanjutnya pilih salah satu dari 21 hari baik yang berada dalam bulan Bulan Bakdamulud, Bulan Ruwah, Bulan Dulkaidah dan Bulan Besar, yaitu: 1. Selasa Pon, 2. Jumat Wage, 3. Minggu Legi, 4. Rabu Kliwon, 5. Kamis Pon, 6. Jumat Pahing, (terbaik 1) 7. Senin Pon, 8. Selasa Kliwon, 9. Rabu Wage, 10. Jumat legi, 11. Rabu Pahing, 12. Kamis Kliwon, 13. Sabtu Pon, (terbaik 2) 14. Selasa Wage, 15. Senin Kliwon, 16. Selasa Pahing, 17. Rabu Legi, 18. Kamis Wage, 19. Minggu Pon, 20. Kamis Pahing, 21. Sabtu Kliwon, (terbaik 3) 

file aslix ada disini dowload aja,,,, 
 

Minggu, 04 Juli 2010

Kode Plat Nomor Kendaraan Di Indonesia

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang

B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok

D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)

F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi

T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang

Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)

H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak

K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan

R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara

AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo

AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo

AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C)

Jawa Timur

L = Kota Surabaya

M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan

N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu

P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi

S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang

W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik

AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan

AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek

Catatan:

1.Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
2.Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
3.Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)

SUMATERA

BL = Nanggroe Aceh Darussalam

BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)

BK = Sumatera Utara

BA = Sumatera Barat

BM = Riau

BP = Kepulauan Riau

BG = Sumatera Selatan

BN = Kepulauan Bangka Belitung

BE = Lampung

BD = Bengkulu

BH = Jambi


Bali dan Nusa Tenggara

DK = Bali

DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)

EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)

DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)

EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)

ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)


KALIMANTAN

KB = Kalimantan Barat

DA = Kalimantan Selatan

KH = Kalimantan Tengah

KT = Kalimantan Timur


SULAWESI


DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)

DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)

DM = Gorontalo

DN = Sulawesi Tengah

DT = Sulawesi Tenggara

DD = Sulawesi Selatan

DC = Sulawesi Barat


MALUKU DAN PAPUA


DE = Maluku

DG = Maluku Utara

DS = Papua dan Papua Barat